Film Perasuk, Kisah Unik Para Perasuk Berjuang Petahankan Mata Air Keramat

Jakarta, Faktualbisnis.com

Film Para Perasuk dijadwalkan tayang pada 23 April 2026. Film ini menghadirkan kisah unik tentang para perasuk yang berjuang mempertahankan mata air keramat di desanya.

Film ini justru tidak menampilkan unsur horor yang mengerikan seperti jumpscare. Film ini termasuk yang paling dinantikan karena dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, hingga penyanyi Anggun C. Sasmi. Selain itu, film ini juga telah tayang di Festival Film Sundance 2026, yang semakin menambah daya tariknya.

Film ini disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, sosok yang sebelumnya sukses dengan film Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023) dan di jadwalkan akan tayang tanggal 23 April 2026.

Film ini mengeksplorasi tema obsesi manusia, hubungan antara hal supranatural dan realita, serta bagaimana trauma atau luka masa lalu bisa “merasuki” kesadaran seseorang.

Sang Sutradara

Sang sutradara berbakat Wregas Bhanuteja mengatakan meski film “Sang Perasuk” judulnya terkesan mistis, ia menegaskan bahwa film ini sama sekali bukan mengusung genre horor, melainkan sebuah drama psikologis tentang ambisi dan obsesi manusia.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/4/2026), Wregas menjelaskan bahwa fokus utama film ini adalah potret emosional seseorang yang terjebak dalam mimpinya sendiri.

“Film ini bukan film horor ya, karena saya sendiri penakut. Film ini tentang obsesi manusia,” ujarnya.

film ini mengangkat kisah yang berakar dari tradisi lokal yang hidup di tengah masyarakat dan memiliki makna lebih dalam dari sekadar ritual.

Cerita berpusat di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukan. Tradisi ini bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan dan hiburan warga secara turun temurun. Dalam suasana komunal yang kental, kerasukan menjadi ruang ekspresi sekaligus identitas budaya yang dijaga bersama.

Konflik mulai muncul ketika mata air keramat yang menjadi sumber penting bagi para Perasuk terancam digusur. Mata air ini bukan hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi simbol kehidupan bagi desa tersebut. Di tengah ancaman itu, muncul sosok Bayu, seorang pemuda berusia 20 tahun yang memiliki tekad besar untuk menyelamatkan desanya.

Bayu berambisi menjadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air tersebut. Namun dalam perjalanannya, ia mulai menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup. Menjadi Perasuk sejati membutuhkan pemahaman, ketulusan, dan kedekatan dengan tradisi yang dijalani.

Film ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Anggun, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo. Setiap karakter membawa dinamika yang memperkaya cerita, baik dari sisi konflik pribadi maupun hubungan sosial dalam kehidupan desa.

Dari sisi produksi, film ini diproduksi oleh Rekata Studio, yang dikenal menghadirkan karya karya dengan pendekatan artistik dan cerita yang kuat. Selain itu, film ini juga melibatkan sejumlah produser seperti Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi dalam proses pengembangannya .

Secara visual, film ini menonjolkan kekuatan ekspresi tubuh, gerak tari, serta energi kolektif dalam ritual kerasukan. Hal ini memperkuat suasana cerita yang tidak hanya intens, tetapi juga sarat makna budaya.

Film karya Wregas Bhanuteja ini juga mendapat perhatian internasional setelah terpilih dalam Sundance Film Festival 2026. Selain itu. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026, menjadikannya salah satu film Indonesia yang dinantikan tahun ini.

Secara keseluruhan, Para Perasuk bukan hanya bercerita tentang tradisi, tetapi juga tentang perjuangan menjaga identitas, pertarungan antara ambisi dan tanggung jawab, serta makna menjadi bagian dari sebuah komunitas.

Film ini mengajak penonton untuk melihat bahwa di balik setiap tradisi, ada cerita tentang manusia yang berjuang mempertahankan apa yang mereka yakini sebagai bagian penting dari hidup mereka. (Aly)

Exit mobile version